2 HARI DI BATU MALANG? MAKSIMALKAN DENGAN MENGUNJUNGI 7 TEMPAT INI!

by - 16.11


Lokasi: Coban Rais Batu Malang
Sejuknya udara kota Batu, Malang membuat aku betah dan enggan beranjak dari suasana kota yang terletak di perbukitan, asri, serta ramah lingkungan. Tak hanya itu, alasan liburan kali ini mengunjungi Batu, Malang ialah karena banyaknya objek wisata yang ditawarkan & kuliner khas Malang yang terkenal murah namun tetap menggoyang lidah.

Sekitar awal bulan Maret 2018, aku dan suami memutuskan berlibur ke Batu, Malang. Liburan ini memang kita berdua rencanakan, karena aku udah lama banget ga ke Malang & kebetulan suami udah beberapa kali kesana dalam waktu dekat, jadi ga ada salahnya kita liburan di Malang aja. Selain udah tau daerahnya, Malang dari kota kami pun juga ga terlalu jauh buat ditempuh. Walaupun tetap menggunakan pesawat, tapi kami sangat menikmati perjalanan kami. Kalau terlalu dekat, bukan liburan dong namanya? Ya, cukup lah buat sekedar melepas jenuh & menghilangkan penat dari rutinitas sehari-hari.

Untuk sampai di kota Malang, kami melakukan penerbangan dari Banjarmasin ke Surabaya. Setelah tiba di Surabaya, kami menyewa mobil untuk melanjutkan perjalanan darat menuju kota Malang. Sekitar kurang lebih 3 jam perjalanan, kami mulai memasuki kota Malang yang terkesan ramai & cukup padat.

Buat kalian yang belum pernah ke Malang atau Batu, sebenarnya Malang sama Batu itu beda kawasan, jadi untuk sampai ke Batu kita ngelewatin kota Malang dulu, terus lanjut perjalanan ke Batu kurang lebih 45 menit karena kota Batu sendiri memang terletak di kawasan perbukitan. Ibarat Malang itu kayak kaki gunungnya, sedangkan Batu itu puncak gunungnya. Mungkin mirip dari Jakarta ke Tangerang yang ga terlalu jauh.

Karena masih di Malang, kami tidak melewatkan kesempatan untuk kuliner disana sembari makan siang sebelum tiba di kota Batunya. Berikut beberapa kuliner & objek wisata yang kami kunjungi selama di Batu, Malang:

1. Bakso President Khas Malang


Malang identik dengan kuliner bakso dan mienya. Kali ini kami mencoba salah satu depot bakso yang cukup populer di Malang yaitu Bakso President. Letaknya berada di pusat kota Malang. Yang unik disini adalah lokasi depotnya yang tepat di depan rel kereta api, sehingga pengunjung yang makan disini bisa melihat kereta api lalu lalang & pemandangan sekitar rel.

Untuk kalian yang tidak terlalu suka makan di tepi rel, depot ini juga menyediakan ruangan dalam yang tidak kalah nyaman dengan di pinggir rel. Menu bakso yang ditawarkan pun cukup bervariasi dan lengkap. Dari bakso biasa, bakso urat, bakso campur, bakso bakar, dan berbagai topping pelengkap bakso seperti pangsit, ati, paru, mie, bisa kita nikmati disini.

Rasa bakso yang gurih ditambah harga yang terjangkau, membuat depot ini jarang sepi pengunjung. Aku dan suami pesan bakso campur sama bakso bakar, porsinya pas, walaupun tanpa tambahan mie, kami tetap bisa kenyang puas. Untuk kalian yang suka kuliner bakso, kalian wajib mapir ke depot bakso ini.

2. Jatim Park 3


Setelah perut terisi dengan kenyang, kami melanjutkan perjalanan menuju kota Batu yang hampir di depan mata. Tujuan wisata kami pertama adalah Jatim Park 3. Bisa dibilang Jatim Park 3 ini masih tergolong baru waktu kami kesana. Bila dibandingkan dengan Jatim Park 1 dan 2 yang sudah ada terdahulunya, Jatim Park 3 ini lebih ke wisata edukasi dunia & wisata selfie ya, karena memang banyak sekali spot foto instagramable yang bisa kita temukan disini.



Kalau di Jatim Park 1 lebih dominan wahana permainan & Jatim Park 2 lebih dominan kebun binatang, maka di Jatim Park 3 ini lebih dominan pada gambaran kota di berbagai negara seperti Jepang, Korea, Amsterdam, dll. Disini, kita juga bisa berfoto ala gadis Jepang dengan menggunakan Kimono beserta aksesoris lainnya yang disewakan pihak Jatim Park 3. Karena rugi kalau udah kesini tapi ga nyobain foto pakai Kimono, akhirnya aku sempatin juga foto menggunakan Kimono. Pilihan modelnya banyak, dan kita akan dikasih waktu 20 menit buat foto sepuasnya sebelum nanti Kimononya di kembalikan.


Lokasi: Jatim Park 3 
Selain itu, di Jatim Park 3 ini juga ada The Legend Star yang isinya banyak patung-patung lilin seperti tokoh, atlet, pemain film, aktor, dan artis dari berbagai belahan dunia. Kita juga bisa menikmati petualangan berlibur ala Jurrasic Park di Dino Park, petualangan film Ice Age, serta petualangan bersama Zombie. Untuk kalian yang ngakunya kekinian, disini juga ada Infinity World dimana wahana ini banyak dipenuhi ruangan cermin kerlap-kerlip seperti yang lagi hits di instagram.

Dino Park 
Ice Age


The Legend Star


Setelah puas berkeliling, biasanya akan muncul rasa haus dan lapar. Namun, tidak perlu khawatir karena disini kita akan menemui berbagai penjual makanan & minuman dengan harga yang terjangkau. Aku sempat mencoba ice cream matcha & takoyaki, rasanya enak apalagi sambil duduk santai menikmati suasana & menunggu waktu sore. Dengan tiket masuk Rp 150.000,- per orang, kita sudah bisa puas berkeliling dan menaiki beberapa wahana.   

3. BNS (Batu Night Spectacular)


Pulang dari Jatim Park 3, malamnya kami ke BNS setelah sempat balik ke hotel buat mandi & ganti baju. BNS ini mulai ramai pada malam hari, mungkin dari sore gitu udah mulai buka ya, cuma ramainya baru sekitar jam 7 malam. Disini kita bisa menikmati wahana hiburan seperti taman lampion yang dipenuhi lampu-lampu cantik, wahana permainan, rumah hantu, studio 4D, wahana virtual reality, dan pusat perbelanjaan serta food court. Tiket masuk BNS juga tidak terlalu mahal, tetapi untuk beberapa wahana khusus kita perlu membayar lagi jika ingin mencobanya.

Setelah cukup puas bermain, aku dan suami mampir ke pusat belanjanya untuk sekedar melihat-lihat. Barang yang dijual disini kebanyakan berupa souvenir khas Malang seperti kaos, gantungan kunci, topi, gelang, tas, aksesoris, pajangan & bermacam pernak-pernik lainnya. Selain itu, cemilan khas Malang seperti keripik buah, kue-kue kering, snack, bisa kita temukan disini. Harga yang ditawarkan penjual pun beragam, dan kita bisa mencoba menawar untuk mendapatkan harga yang pas di kantong. 

4 .Sate Kelinci Depan BNS


Setelah keluar dari BNS, kami tertarik untuk mencoba kuliner yang ada di depan pintu masuk BNS. Kami memang sengaja ga makan di food court, karena kami memang mau mencoba sate kelinci yang dijual pedagang kaki lima depan BNS. Ga cuma sate kelinci sih, banyak juga menu lainnya seperti bakso, soto, mie ayam, nasi goreng, dll. Cuma karena suami bilang udah biasa & di kota lain juga banyak, makanya kami pesan sate kelinci. Rasanya kurang lebih mirip sate ayam juga, cuma dagingnya tidak berserat & lebih empuk.

Harga seporsi sate kelinci tidak terlalu mahal, namun menurut kami porsinya kurang kenyang, sehingga kami tambah pesan bakso lagi. Yang mengesankan disini adalah sensasi makan di pinggiran sambil menikmati dinginnya udara kota Batu. Ugh, rasanya ngangenin banget! Semakin malam udara semakin dingin & rata-rata penjual serta pengunjung disini memakai jacket biar ga kedinginan. Kalau siang sih menurut aku belum terasa dinginnya, tapi pas sudah malam tiba, benar kata suami dinginnya mendekap & ga kalah sama AC. Makanya, banyak hotel-hotel di kota Batu yang tidak menyediakan AC.

5 Alun-Alun Kota Wisata Batu

Lokasi: Alun-Alun Kota Wisata Batu
Belum puas hasrat jalan-jalan kami kalau ga sampai capek & sedikit larut malam haha~ Waktu itu menunjukkan pukul 10 malam, dimana habis pulang dari BNS dan makan, kami melipir ke Alun-Alun Kota Batu untuk jalan-jalan santai sambil mencicipi banyaknya street food yang ada disana. Kami juga sempat menikmati wahana bianglala yang cukup iconic. Hanya bermodalkan Rp 10.000,- saja, aku dan suami bisa melihat pemandangan sekitar alun-alun dari atas ketinggian.

Selain itu, kami cukup puas mencoba berbagai jajanan disana seperti ketan susu, sempol ayam, jasuke & bermacam tusuk-tusukan layaknya sosis, baso, siomay, dan suki seafood. Yang pasti kalau jajan disini, harganya murah-murah dan ga bikin kantong kering.

6. Batu Flower Garden Coban Rais

Lokasi: Rumah Hobbit Batu Flower Garden
Hari ke-2 di Batu, Malang kami isi dengan mengunjungi salah satu wisata alam yang sedang populer yakni Batu Flower Garden. Sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap & bergegas menuju lokasi setelah sarapan di hotel. Memang ya, semangatnya kalau liburan itu beda haha~ Kurang lebih 40 menit dari hotel tempat kami menginap, tibalah juga di wisata alam Coban Rais Batu Flower Garden.

Setelah sampai di lokasi, kami belum melihat penampakan wisata seperti yang kami lihat di internet. Ternyata, kami baru sampai di area depan parkir & kami harus naik ojek lagi ke atas perbukitan agar benar-benar tiba di wisatanya. Sebenarnya gak naik ojek juga bisa sih, cuma kata supir kami kalau mau cepat ya naik ojek saja, kalau gak ya kita harus jalan kaki yang jaraknya lumayan jauh. Tarif ojeknya cuma Rp 10.000,- per orang untuk sekali pergi. Sedangkan untuk kembali ke area depan parkir, kami memutuskan untuk berjalan kaki sambil membakar lemak haha~

Spot Selfie Love 
Batu Flower Garden ini konsepnya seperti wisata alam yang memiliki beberapa spot wahana. Ada sepeda layang, ayunan gantung, flying fox, arena outbond, dan bermacam spot selfie. Sistemnya disini ialah bayar per wahana atau per spot foto. Mereka juga menyediakan paketan wahana & spot foto yang tentunya lebih murah bila dibandingkan kita yang menentukan sendiri wahana maupun spot fotonya. Tarif per wahana atau spot selfie berkisar antara Rp 15.000,- sampai Rp 30.000,-.

Spot Ayunan Gantung
Selain itu, yang nyamannya disini adalah tersedianya photographer yang khusus untuk mengambil foto pengunjung yang sedang berwisata. Jadi, setiap wahana atau spot, kita akan di fotokan oleh sang photographer yang nantinya bisa kita ambil filenya & bisa kita cetak. Yang menarik lagi, hasil foto sang photographer ini tidak bisa dipandang sebelah mata loh, hasilnya tajam dan cerah. Mereka kayak udah tau angle yang pas & bagus. Foto-foto kami disini merupakan hasil jepretan sang photographer ya, jadi kalian bisa lihat sendiri deh hehe~

7. Istana Oleh-Oleh Kota Batu Brawijaya 


Habis pulang dari Coban Rais, kami menyempatkan waktu untuk mampir ke pusat oleh-oleh. Kata pak supir sih, di Brawijaya ini yang paling lengkap & biasanya orang-orang mampir. Yang dijual disini kurang lebih oleh-oleh khas Malang pada umumnya seperti keripik buah, keripik tempe, pia, bermacam cemilan, kacang, kue kering, teh rasa buah, dll. Harga yang ditawarkan pun juga murah-murah & kita juga bisa membeli paketan bermacam oleh-oleh yang sudah dikemas oleh Brawijaya.  

Aku dan suami membeli untuk orang rumah sih, karena ga enak dong sama orang rumah kalau ga bawa buah tangan, apalagi udah jagain rumah misalnya hehe~ Selain itu, belanja oleh-oleh disini juga nyaman karena letaknya di pinggir jalan raya, pilihannya banyak, ruangan cukup besar, dan ga panas, terlebih kita juga bisa minta packing dus semisal mau dibawa ke pesawat biar ga ringkih.

*** 
Sebenarnya sih, banyak ya wisata lain di Malang yang tidak kalah menarik. Akan tetapi karena aku cuma ada waktu 2 hari & besoknya harus balik Surabaya sebelum lanjut ke Bali lagi, jadinya kami hanya mampir ke tempat-tempat di atas tadi. Walaupun singkat, nyatanya tetap berkesan kok, apalagi bersama suami ya haha~

Setelah belanja oleh-oleh udah beres, kami balik ke hotel buat check-out dan berkemas koper sebelum pak supir mengantar kami kembali ke Surabaya. Selama di Malang kemarin, kami menginap di hotel Grand Pujon View Hotel and Resort. Hotel yang kami pilih ini lokasinya berada di puncak perbukitan, sehingga udara disini terasa lebih dingin. View dari hotel ini cukup bagus, terlihat hamparan pegunungan & pepohonan dari jauh, konsepnya seperti mini villa karena ada beberapa bangunan kamar yang terpisah. Hanya saja untuk fasilitas, toilet, kamar, dan lainnya standar. 

Waktu kami menginap disini sih namanya masih Grand Pujon View Hotel and Resort ya, benar-benar hotel. Namun, ntah kenapa pas aku cek sekarang namanya jadi OYO 892 Grand Pujon View Hotel and Resort 1, mungkin sepertinya hotel ini re-branding karena pengunjung yang kurang ramai atau hotel yang mulai kurang terawat. Mirip seperti Airy Rooms atau RedDoorz ya jatuhnya, tapi dengan harga yang murah, hotel ini sudah cukup nyaman sih apalagi kalau cuma 2 malam saja seperti kami. 

Nah, biasanya sebelum travelling aku dan suami sering cek hotel di pegipegi.com karena ada beberapa keunggulan bila kami menggunakan Pegipegi untuk booking hotel, seperti: 

1. Kemudahan Pembayaran  
Kami bisa dengan mudah membayar hotel sesuai keinginan kami, ntah mau transfer, mau internet        banking, mau di swalayan, atau lewat kartu kredit, semuanya bisa tergantung situasi kami saat itu. 

2. Diskon & Promo 
Kami juga sering dapat harga khusus dengan menjadi member Pegipegi, harganya beda ya dengan yang bukan member, jadinya lebih terjangkau. Selain itu, kadang juga banyak promo menarik yang bisa muncul sewaktu-waktu.

3. PepePoin 
Selain itu ada PepePoin juga nih, dimana kami bisa dapat poin dari pembelian kami tadi. Jadi pada transaksi berikutnya, kami bisa menggunakan poin yang kami dapat untuk dijadikan potongan harga. 

4. Best Price Guarantee 
Pegipegi tentunya juga menjamin bahwa harga yang kami temukan saat pemesanan adalah harga yang terbaik. 

Untuk kalian yang kebetulan sedang mencari hotel di Batu Malang, kalian bisa langsung cek Pegipegi.com ya, karena memang banyak pilihan hotel murah di Batu Malang yang sesuai budget atau bahkan bisa lebih murah karena pesannya lewat Pegipegi. Sangat pas buat kalian yang mau staycation atau cuma punya waktu singkat beberapa hari di Batu, Malang. Selamat liburan.😊

















You May Also Like

0 komentar

Thankyou for visiting my blog :) Don't forget to click notify me, if you want to comment this post and I will reply it soon ^^

PENTING!!! Mohon untuk tidak meninggalkan link hidup saat berkomentar. Komentar yang berisi link hidup, spam, promosi & jualan akan di hapus. Thankyou